Januar Arifin

Mari Belajar Navigasi Sederhana

Posted by Januar on Kamis, 16 Oktober 2014

Kegiatan pendakian gunung memerlukan beberapa keahlian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk navigasi darat. Mari bersama-sama kita belajar navigasi darat yang mungkin kita bisa aplikasikan saat di gunung atau hutan. Saya mendapatkan tips ini dari buku Hendri Agustin, 2005, Mendaki Gunung Pengenalan dan Teknik-Teknik Dasar Pendakian Gunung. Berikut penjelasan lengkapnya : 

Navigasi praktis maksudnnya adalah cara-cara bernavigasi hanya dengan bantuan-bantuan benda-benda sederhana dan petunjuk-petunjuk alam. Cara ini sangat berguna jika survivor tidak memiliki peralatan navigasi darat yang dibutuhkan. Pemanfaatan alam sekitar seperti matahari, tumbuhan, dan lain-lain yang bisa membantu menggantikan alat-alat tadi.

Metode Ujung Bayangan.

Menggunakan metode ini membutuhkan sebatang kayu yang lurus dengan panjang 1 meter, dan areal datar yang bebas rumput dan sinar metahari yang cukup, agar tongkat kayu tersebut bisa menghasilkan bayangan yang dibutuhkan. Metode ini sederhana dan cukup akurat serta mempunyai empat langkah sebagai berikut.

1.Langkah Pertama
Tancapkan tongkat pada tanah yang datar dan bebas rumput dimana bayangan tongkat akan dihasilkan. Tandai ujung bayangan di tanah dengan batu, ranting atau lainnya yang bisa dipakai. Tanda bayangan petama ini selalu menunjukkan arah barat-dimanapun di bumi ini.
2.Langkah Kedua
Tunggu hingga 10 sampai 15 menit, sampai ujung bayangan bergerak beberapa centimeter. Kemudian tandai lagi posisi ujung bayangan yang baru dengan cara yang sama dengan yang pertama tadi.

3.Langkah Ketiga
Buatlah garis lurus yang menghubungkan kedua tanda yang telah dibuat tadi untuk mendapatkan garis rata-rata barat-timur.

4.Langkah Keempat
Berdiri dengan tanda pertama (barat) berada pada kaki kiri dan tanda kedua pada kaki kanan. Sekarang badan menghadap ke arah utara. Ini adalah fakta yang sebenarnya di manapun di muka bumi ini.

Menentukan Arah Dengan Bantuan Arloji Analog
Jika berada di daerah ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan jarum pendek ke arah matahari. Garis tengah pembagi antara jarum pendek dan angka 12 merupakan arah utara. Sedangkan jika berada di selatan ekuator, pegang secara horizontal dan arahkan angka 12 ke arah matahari. Garis tengah pembagi antara angka 12 dan jarum pendek merupakan arah utara.

Itu adalah metode-metode navigasi sederhana yang bisa kita apliasikan jika kita berada di alam bebas. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Salam,
Januar Arifin

Pendakian Bersama Gunung Papandayan (Open Trip)

Posted by Januar


Saya bersama kawan-kawan mengadakan Pendakian Bersama Gunung Papandayan. Tujuan Pendakian ini adalah sharing-sharing serta ngopi bersama untuk mempererat silaturrahmi diantara penggiat alam. Kegiatan ini terbuka untuk umum. Barangkali ada yang minat silahkan hubungi contact person yang tertera pada gambar. 

Itinerary :
Hari Pertama :

  • Tangga 7 November Pukul 19.00 meeting point di daerah Bintaro Pondok Aren (Tempat Keberangkatan Bus yang kami sediakan)
Hari Kedua :

  • Diperkirakan tiba di Cisurupan Pukul 03.00 (berganti menggunakan mobil pick-up menuju Camp David)
  • Pukul 05.00 diperkirakan tiba di Camp David
  • Packing ulang dan istirahat sebelum mendaki
  • Pukul 06.00 mulai trekking (berjalan santai sambil menikmati panorama Areal Kawah Vulkanik dan Daerah Lawang Angin)
  • Pukul 10.00 Tiba di Pondok Salada (Mendirikan tenda dan istirahat sejenak)
  • Pukul 11.00 Trekking menuju Tegal Alun
  • Pukul 12.00 Sampai di Tegal Alun. (menjelajahi kawasan ladang edelweis di Tegal Alun dan Snacking makan siang)
  • Pukul 14.00 Menuju ke Pondok Salada
  • Pukul 15.00 Tiba di Pondok Salada (istirahat dan Istirahat masuk tenda masing-masing)
  • Pukul 15.00 - Pukul 04.00 keesokan harinya, acara bebas, dooprize, sharing dan istirahat di tenda masing-masing
Hari Ketiga   
  • Pukul 04.30 Bangun dan sarapan pagi
  • Pukul 05.00 Menuju Hutan Mati dan Kawasan G. Nangklak
  • Pukul 05.30 Sampai di hutan mati (menikmati Hutan mati dan berfoto)
  • Pukul 08.00 kembali menuju Camp di Pondok Salada
  • Pukul 08.30 Tiba di Pondok Salada (packing perlatan masing-masing)
  • Pukul 09.30 Meninggalkan Pondok Salada
  • Pukul 12.00 Tiba di Camp David
  • Pukul 13.00 Menuju Kota Jakarta kembali.

Terima Kasih,
Januar Arifin

Pendakian Bersama Satubumikita dan Aksi Bersih Gunung Cikuray

Posted by Januar on Rabu, 15 Oktober 2014


Halo sobat penggiat alam semuanya, saya kali ini ingin menyampaikan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Satubumikita. Acara tersebut adalah Pendakian Bersama dan Aksi Bersih Gunung Cikuray, Garut, Jawa Barat. Kegiatan tersebut diadakan pada tanggal 24-26 Oktober 2014. Bagi sobat penggiat alam yang tertarik untuk gabung silakan baca selengkapnya dibawah ini.

Kegiatan diadakan pada tanggal : 24-26 Oktober 2014 (berangkat hari jumat malam, mendaki sabtu pagi dan pulang hari minggu)

Kumpul / Meeting Point : 
  • Bandung, surapati core, padasuka (sebelum terminal cicaheum) pada pukul 19.00. 
  • Garut, Bunderan Tarogong, Pukul 22.00 atau setelah kehadiran rombongan dari Bandung
Technical Meeting : 
Sabtu, 18 oktober 2014 (akan membahas kegiatan) pada pukul 19.00 di Angkringan Mas Jo (Jalan Gelap Nyawang/ITB)

Keterangan :
  • Pendakian terbuka untuk umum
  • Peserta dibatasi
  • Penutupan pendaftaran tanggal 22 Oktober 2014 (hari selasa)
  • Tranportasi udunan/sharing cost menggunakan angkutan umum, diperkirakan sebesar Rp. 130.000/orang di bayar hari H (PP Bandung-Garut)
  • Biaya penggantian *souvenir dan membeli kantong sampah : Rp. 20.000/orang (&souvenir : stiker, pin, topi) di bayar saat hari H
  • Doorprize dari Bougenville Outdoor Untuk yang membawa sampah paling banyak (akan ditimbang) : Tas pinggang merk consina, kaos, iket, topi dan buff
  • Bagi yang mau ikut wajib konfirmasi sms/telp
Kontak Konfirmasi Kehadiran dan Info :
  •     085974643113 (Bayu Surya Ginanjar)
  •     081223737785 (Gustaf Ridwan M)
Perlengkapan / Peralatan yang Wajib Dibawa :
  • Tenda (untuk kelompok / harap konfirmasi bawa)
  • Sleeping Bag, Matras, ransel, ponco/jas hujan, jaket, sweater, kaos kaki
  • Alat penerangan (headlamp/senter)
  • Makanan berat/bahan makanan dan cemilan (untuk pribadi dan kelompok) nanti di beritahukan*
  • Air mineral untuk pribadi 2 botol besar
  • Memakai Sepatu gunung atau sendal gunung
  • Membawa pakaian ganti
  • Peralatan makan dan minum
  • Korek api, batre cadangan
  • Obat pribadi
  • Surat keterangan sehat (bagi yang memiliki riwayat penyakit)
  • Dan perlengkapan pribadi lainnya

Keterangan :
Kegiatan ini bersifat komunitas dan independen, setiap individu bertanggung atas keselamatannya masing-masing. Karena kegiatan diadakan di alam bebas, setiap peserta diharapkan untuk menjaga diri sendiri. Apabila terjadi kejadian alam seperti badai, kebakakaran hutan dll yang berakibat pada faktor keselamatan,maka kegiatan bisa saja diadakan penundaan atau pembatalan kegiatan untuk faktor keselamatan. Bagi kawan-kawan yang ikut, secara langsung ataupun tidak langsung sudah menyatakan setuju dengan risiko dan akibat yang akan ditumbulkan dari kegiatan ini.

Sekian informasi event dari kawan-kawan saya di Komunitas Satubumikita.
Salam,
Januar Arifin

Foto Gunung Semeru Pada Jaman Kolonial

Posted by Januar on Senin, 13 Oktober 2014


Saya berhasil mengumpulkan beberapa foto Gunung Semeru pada jaman kolonial Belanda dari berbagai sumber. Foto tersebut terlihat bagaimana Gunung Semeru sudah memeliki daya tarik sejak jaman tersebut. Berikut foto-fotonya :

Gunung Semeru dari kejauhan 



Daerah Ranu Pane

Warga yang dijadikan porter
Orang-orang Belanda dan porter lokal
Danau Ranu Pane
Danau Ranu Pane
Danau Ranu Pane
Jeep di Ranu Pane



Daerah Ranu Kumbolo 

Tenda Meneer Belanda di kejauhan
Ranu Kumbolo masih asri
Seorang meneer Belanda sedang melihat danau
Meneer Belanda lagi main air
Ranu Kumbolo
Tenda Meneer Belanda
Itu tanjakan cinta
Kegiatan di ranu Kumbolo pagi itu
Keluarga Belanda sedang berlibur
Meneer Belanda bawa kuda
Daerah Blok Jambangan, Pangonan Cilik dan Sekitarnya


Daerah Kalimati 


Daerah Arcopodo, Kelik dan Lereng Puncak Semeru

Ini dia Legenda Patung Arcopodo. Pendaki sekarang tidak akan menemukan ini sebab sekarang melewati jalur baru
Daerah Cemoro Tunggal
Daerah Kelik
Di Lereng Semeru
Daerah Puncak Gunung Semeru

Igir-igir kawah Jonggring Saloka
Puncak Mahameru
Jonggring Saloka Mengeluarkan asap
Sampai Puncak
Kawah Jonggring Saloka
Puncak Mahameru
Sampai Puncak

Terima Kasih telah menyimak. 
Salam, 
Januar Arifin

Pendaki Gunung Berdasarkan Zodiak

Posted by Januar on Sabtu, 11 Oktober 2014


Tidak sengaja saya sedang berselancar di dunia maya dan menemukan artikel ini. Tidak tahu ini penelitian dan pendekatannya seperti apa, tapi ini menarik sekali buat saya tentang sifat dak sikap pendaki gunung berdasarkan zodiak. Mari kita simak penjelasannya berikut ini :

1. PENDAKI CAPRICORN (22 Desember-19 Januari)
Ambisius dan skeptis. Mau punya motivator untuk mencapai puncak atau ingin pulang sesegera mungkin waktu di pendakian? Dekat-dekat saja sama Pendaki dalam naungan zodiak ini. Sifat ambisiusnya bakalan membius kamu dan menekan tombol trigger dalam dirimu. Sifat ambisius ini juga didukung sama sifat keras kepalanya.
Sifat ini juga cocok menjadikan pendaki Capricorn buat pemimpin rombongan. Atau sweeper juga cocok. Meskipun di belakang, dia bakalan mengompori rombongan biar tetap semangat menggapai puncak yang diidam-idamkannya.

2. PENDAKI AQUARIUS (20 Januari-18 Februari)
Para Pendaki Aquarius ini punya sifat dasar impulsif. Suka tiba-tiba melakukan apa yang dia mau tanpa mikirin nantinya gimana. Jadi, kalau tiba-tiba mau naik gunung, ya dia akan jalan pada saat itu juga. Sifat ini didukung sama wataknya yang cuek, selaw bingit, dan aneh. Tambah-tambah kalau ini Pendaki Aquarius punya golongan darah AB yang emang sifat dasarnya aneh.

Biasanya, pendaki jenis ini bakalan gak peduli meskipun tiba-tiba ada pocong lewat depan mukanya. Tapi, doi itu protek banget sama temen-temennya. Dia bisa jadi defender yang paling diandalkan di rombongan. Taro dia di belakang jadi sweeper dan semua aman serta tenang.

3. PENDAKI PISCES (19 Februari-20 Maret)
Pendaki Pisces punya sifat dasar yang paling menonjol, yaitu, DRAMA. Yep, ada apa-apa dikit heboh. Mungkin diam, tapi diamnya saja bisa bikin heboh. Misalnya dia melihat Ranu Kumbolo yang begitu indahnya, bisa tiba-tiba dia nangis sesenggukan lalu membuat puisi dan dibacain depan rombongannya. Asyiknya, kalau udah kenal, si Pendaki Pisces ini bisa jadi orang paling bawel yang kadang resek tapi pendakian jadi tidak sepi, meskipun sifat aslinya agak tertutup.

Oiya, jangan heran kalau tiba-tiba doi punya pandangan mata kosong atau sering day dreaming, dia bukan kesurupan kok, cuma lagi berimajinasi.

4. PENDAKI ARIES (21 Maret-19 April)
Sifat aslinya Pendaki Aries ini jahil banget. Lumayan jadi anak yang bisa menghidupkan suasana. Hobiya bisa jadi ngecengin orang. Tapi, tempatkan dia sebagai leader juga oke, karena, selain gak takut sama apa pun, dia juga tipikal pemimpin yang baik dan memang pintar. Tentunya, dia bisa mencari jalan dengan sangat baik, bisa bagi-bagi rombongan dengan tepat, dan paling tidak, pengetahuannya bisa sangat membantu.

5. PENDAKI TAURUS (20 April-20 Mei)
Kita bisa menyebutnya sebagai seorang pendaki yang pemalas. Yaa. MALAS. Tapi sifat malesnya ini diiringi dengan sifatnya yang persistent. Jadi, meskipun malas, tapi kalau dia udah memutuskan untuk bakal manjat peduli setan sampai puncak, dia bakal sampai puncak. Percayalah. Didukung dengan sifat keras-kepalanya yang luar biasa juga tentunya. Dan, kesabarannya ini juga mendukung persistensinya. Bagusnya, hal ini yang secara tidak langsung akan memotivasi orang-orang di rombongan yang kayaknya udah mau menyerah tapi masih mau berusaha.

6. PENDAKI GEMINI (21 Mei-20 Juni)
Para Pendaki di bawah naungan rasi bintang ini punya energi yang melimpah. Bisa jadi disaat kita semua lagi drop kelelahan, dia masih pecicilan entah kemana dan jadi penghibur rombongan. Sifatnya yang unpredictable dan curiosity-nya yang tinggi juga kadang-kadang bisa bikin kita shock sama apa yang dia lakukan. Bisa jadi sangat membantu, bisa jadi sangat membahayakan diri sendiri. Selain gampang bergaul dan beradaptasi sama lingkungan sekitar, Pendaki Gemini juga pandai memanfaatkan momen untuk narsis-narsisan. Yoi, mereka memang merasa dirinya cantik atau ganteng.

7. PENDAKI CANCER (21 Juni-22 Juli)
Cancer punya sifat bagus yang sangat membantu teman-temannya dalam rombongan pendakian, dia bakalan jadi orang yang paling setia nungguin teman-temannya meskipun jalannya lelet, suka mengeluh, maupun suka curhat. Tapi pendaki cancer paling cuma akan jadi pendengar setia curhatan kamu. Dia agak susah terbuka dan gak bisa maksain terbuka meskipun kamu maksa-maksa. Agak susah kalau mau modusin dia buat jadi gebetan kamu. 

Oiya, musti hati-hati kalau becanda sama dia, anaknya gampang sakit hati, mau kamu dijorokin ke jurang?

8. PENDAKI LEO (23 Juli-22 Agustus)
Satu lagi satu jenis pendaki menurut zodiak yang bisa jadi leader di tim rombongan pendakian kamu, yaitu Pendaki Leo. Yoi, sebagai natural born leader, sifat berani yang tertanam di dalam dirinya ini lah yang pantas kita andalkan. Mungkin dia agak tidak percaya diri sama kemampuannya memimpin rombongan. Tapi, pelan-pelan semua akan sadar kalau dia punya rasa tanggung jawab yang tinggi, punya rasa ingin melindungi temen-temen rombongannya, dan juga loyal. Dan narsis juga. Satuin aja sama Pendaki Gemini dan Libra, mereka akan foto-foto doang di gunung.

9. PENDAKI VIRGO (23 Agustus-22 September)
Suka mengatur, perfeksionis, cerdas, planner luar biasa, dan juga observer, adalah sifat dan ciri dasar dari Pendaki Virgo. Kalau Virgo dijadiin pemimpin dalam rombongan, waktu pendakian, jam makan, waktu istirahat, dan keselamatan rombongan bisa dibilang akan dijamin sesuai dengan rencana awal. Kalau pun kepleset dikit, gak akan jauh-jauh banget. Sangat bisa diandakan. Tapi ya gitu, sifat perfeksionisnya bakalan lumayan menghambat kalau misalnya ada hal yang tiba-tiba gak sesuai. Barang bawaan banyak, takut ini, kalau kalau begitu, macem-macem lah.

Jago mikir, menganalisa, dan mengobservasi sekitar bakal bikin rombongannya merasa lebih aman dan bisa ngandelin pendaki dalam naungan bintang Virgo ini. Tapi, musti hati-hati banget, sekali dia ill-feel, udah deh, kamu bakalan di black list dari next pendakian bareng dia.

10. PENDAKI LIBRA (23 September-22 Oktober)
Mau minta jajanan selama pendakian? Minta aja sama pendaki Libra ini. Dia super duper tidak pelit, boros, dan emang kebanyakan kaya raya. Kalau boleh bawa logistik se-alfamart, mungkin dia bakal bawa. Tapi para tetua pendaki musti banget jagain doi jangan sampe jalan sendiri, pelupa-nya itu loh. Ampun!

Bercanda sama pendaki Libra juga asik, selain santai dan tidak gampang tersinggung, rata-rata pendaki jenis ini seneng banget bercanda. Mau narsis bareng? Foto-foto pake tongsis sepanjang pendakian? Ajak bareng lah si Libra, Leo, dan Gemini. Oiya, pendaki Libra juga doyan dandan!

11. PENDAKI SCORPIO (23 Oktober-21 November)
Jangan sekali-kali bikin Pendaki Scorpio ini marah. Bahaya. Namanya juga kalajengking, selain emosional, mulutnya juga berbisa. Pokoknya jangan bikin dia marah. Bisa jadi kamu digantung di puncak gunung. Tapi, kontradiksinya Pendaki Scorpio adalah dia ini humoris. Yang bakalan bikin banyak ketawa di gunung ya dia.

Tapi Pendaki Scorpio juga loyal, akan nungguin dan jagain teman-temannya yang sudah kelelahan, bahkan, rela mati juga buat menolong teman (deketnya).

12. PENDAKI SAGITARIUS (22 November-21 Desember)
Independent, extrovert, tukang kepo, tapi empati dan super baik hati, ya itulah Pendaki Sagitarius. Dia bisa sangat menempatkan dirinya di posisi orang lain dan membuat hatinya sangat lembut untuk menghadapi orang sekeras apa pun. Butuh orang buat memotivasi pendaki yang sudah kepayahan? Lari ke dia. Butuh orang buat mencairkan suasana panas otaknya leader? atau butuh mencairkan suasana rombongan yang lagi emosi, serahkan padanya.

Tapi, pendaki Sagitarius ini 11-12 juga sama pendaki Pisces, sama-sama drama, dan even worst, drama-lebay. Bisa aja dia beneran nangis meraung-raung padahal cuma liat temennya berdarah-darah sedikit gegara hanya tergores batu. Overall, dia bisa diandalkan, asik, dan lembut hatinya.

Begitu sekiranya yang saya dapatkan dari sumber-sumber tersebut dengan beberapa editan tulisan. Kalo saya sih Pendaki Capricorn. Mau cocok atau tidak cocok kita ambil sisi positifnya saja agar menjadi manusia (pendaki) yang lebih baik untuk alam, nusa, dan bangsa.

Salam,
Januar Arifin

Pendakian Gunung Guntur 2249 Mdpl "Lagi"

Posted by Januar on Selasa, 16 September 2014

Saya awalnya memang ingin sekali kembali mendaki Gunung Guntur setelah mengetahui bahwa catatan pendakian di web ini tentang Gunung Guntur-lah yang paling atas. Berarti banyak netizen yang mencari tahu tentang Gunung Guntur di internet. Kemungkinan besar terjadi lonjakan pendaki yang datang kesana.  Maka dari itu saya ingin mendaki kesana lagi untuk mengetahui adakah perubahan yang terjadi disana. Kebetulan juga kawan dari Jakarta meminta diantar menuju kesana yaitu Harry dan Arie Pitax.

Puncak Gunung Guntur pagi hari terkena sinar mentari

Berikut catatan perjalanannya :

Sabtu, 13 September 2014

Pukul 01.00 dini hari dengan diantar seorang teman saya berangkat menuju terminal Leuwipanjang, Bandung. Kemudian saya naik angkutan carry plat hitam jurusan Garut. Sebelumnya saya sudah berjanjian dengan Harry dan Arie Pitax di SPBU Tanjung, Garut. Ternyata bukan hanya kami bertiga yang mendaki kali ini. Seorang teman saya menitipkan 3 orang temannya dari Pondok Gede untuk ikut bareng dengan saya. Akhirnya kami berjumlah 6 orang yaitu saya, Arie Pitax, Harry, Ilham, Imam, dan Fachrul.

Pukul 03.15 saya tiba di SPBU Tanjung. Langsung menemui mereka yang sedang beristirahat. Mereka langsung terbangun ketika saya datang. Setelah itu kami mengobrol untuk menunggu datangnya pagi. Tak lama datang lagi 2 orang yang ingin gabung dengan kami yaitu Ari dan Ponco pendaki asal Jakarta. Jadi total kami 8 orang.

Pukul 06.00 kami mulai bersiap untuk berangkat. Kami menunggu tumpangan truk pasir menuju Curug Citiis. Tak berapa lama akhirnya kami dapat tumpangan dengan membayar Rp.10.000/ orang. Hampir satu jam lebih kami terombang-ambing di truk akhirnya kami tiba di Areal Penambangan Pasir Gunung Guntur. Jalur Pendakian Gunung Guntur dimulai dari ujung areal penambangan pasir kemudian menuju Curug Citiis. Sebelumnya kami juga izin terlebih dahulu dengan petugas RW setempat untuk data identitas pendaki.

Disana kami mulai bersiap-siap beres-beres dan mengecek kembali barang bawaan. Pukul 08.00 kami berkumpul dan memanjatkan doa kepada Allah S.W.T untuk keselamatan kami semua. Lalu kami mulai melangkahkan kaki kami dengan pasti. Kali ini saya sedikit bingung memulai pendakian sebab kami diturunkan jauh dengan seperti yang biasa saya mendaki gunung ini. Saya biasa mengambil jalur menurun melewati pinggir aliran air Curug Citiis, namun kali ini beda, saya mengambil jalur tegak lurus menanjak masuk ke hutan savana.

Kami harus menemukan sumber air sebab kami hanya membawa air sedikit. Kami terus berjalan menyusuri jalan setapak yang menanjak. Pagi itu terasa panas sudah menyengat di kepala. Saya berjalan sambil mempelajari trek yang saya lewati, ternyata kami berbeda punggungan dengan jalur yang sebenarnya. Walau begitu, jalur ini sama saja menuju Puncak Gunung Guntur.

Istirahat sejenak di pertemuan punggungan sambil ngopi
Langkah kami semakin lama semakin gontai sebab panas yang menyengat menyerap sebagian tenaga kami. Hingga akhirnya pada pukul 10.30 kami tiba disebuah pertemuan punggungan gunung. Di bawah pohon yang rindang, kami beristirahat sejenak. Saya dan beberapa kawan turun menuju Pos 3 untuk mengambil air. Untuk menuju sumber air kami harus turun kembali dengan jarak lumayan jauh.

Gambaran trek yang kami lewati. Ungu : Jalur yang kami lewati, Hijau : Jalur yang asli (dahulu saya lewati)
Setelah air sudah terisi penuh kembali saya naik lagi menuju tempat dimana kawan lainya sedang beristirahat. Awalnya kami berniat berhenti sejenak, akan tetapi kami ternyata berhenti untuk waktu yang cukup lama. Keadaan cuaca yang panas lah yang membuat kami malas untuk melanjutkan perjalanan kembali. Di tempat ini bergabung 2 orang lagi pendaki asal Jakarta yaitu Ade dan Waway. 

Ambil air
Ada perbedaan terjadi disini, dahulu belum ada nama-nama pos yang secara resmi dibuat, namun kini sudah ada nama-nama pos yang dibuat. Di Pos 3 juga kami di mintai lagi identitas oleh Petugas Ranger setempat. 

Pukul 12.30 barulah kami melanjutkan kembali pendakian, badan mulai lemas sebab terlalu lama beristirahat. Trek semakin terjal saja sekitar 50°- 85° kemiringannya. Luar biasa sekali trek pendakian Gunung Guntur ini. Perlahan namun kami melangkah melewati jalur ini. Sesekali kami berhenti untuk sekedar beristirahat dan melempar canda tawa untuk menghilangkan rasa lelah. Kali ini saya merasa berat sekali untuk melangkah, rasa lapar yang begitu menyiksa membuat kaki ini enggan berjalan lagi.

Istirahat di tengah trek
Gunung guntur tidak seperti gunung – gunung di daerah tropis lainnya. Gunung ini justru terlihat tandus dan gersang. Jalurnya pun di dominasi oleh savanna dan batuan kerikil kecil sisa letusan.jarang kita menjumpai pohon besar sepanjang lintasan pendakian yang bisa kita gunakan untuk berteduh.
Matahari masih tetap bersinar terang diatas kepala kami, peluh bercucuran membasahi wajah kami. Trek berbatu terjal dan berdebu kami lewati dengan perlahan dan pasti. Setiap beristirahat, kami harus mencari pepohonan besar yang rindang. Kali ini pendakian sangat santai sekali. Setiap istirahat memakan waktu yang cukup lama.

Lihat pohon, inilah kemiringan trek pendakian Gunung Guntur
Setelah sekian lama berjuang melawan curamnya trek pendakian Gunung Guntur, akhirnya kami tiba di Puncak 1 pada pukul 16.30 dan langsung mencari lapak untuk mendirikan tenda. Kami harus cepat mendirikan tenda sebab angin dingin mulai menyelimuti kami. Setelah tenda jadi, kami mulai memasak untuk mengisi perut yang sedari pagi belum terisi sama sekali.

Selepas maghrib, kami semua masuk tenda dan mulai beristirahat merebahkan badan yang sudah lelah ini. Malam hari pukul 22.00, Ari Pitax membangunkan saya, sebab ada suara yang terdengar janggal dari luar tenda. Saya takut suara tersebut berasal dari maling yang sering berkeliaran di Gunung Guntur.
Banyak pendaki di Gunung Guntur yang merasa kehilangan sebab barangnya ada yang mengambil. Dahulu barang hilang sebab tenda ditinggal pemiliknya menuju puncak. Sekarang maling di Gunung Guntur lebih berani dengan cara menyilet tenda pendaki yang sedang tidur dan mengambil barang berharga seperti dompet, kamera, hp dll. Waspadalah !!!
Setelah saya amati secara perlahan suara tersebut, ternyata bukan berasal dari manusia. Ternyata itu suara babi hutan yang sedang mengacak-acak logistik kami. Saya membangunkan Harry, kemudian membereskan logistik dan bekas masak kami yang diacak-acak babi hutan itu. Malam itu saya dan Harry berjaga agar babi hutan tersebut tak kembali ke tenda kami. Sebab babi hutan dengan taringnya bisa saja merusak tenda kami. Setelah dirasa cukup aman, kami kembali tidur. 

Minggu, 14 September 2014

Pukul 05.30 kami semua terbangun dari tidur yang nyenyak karena kelelahan. Kami memulai hari dengan secangkir kopi sebagai penghangat. Pukul 06.12 kami mulai berjalan menuju Puncak Gunung Guntur. Perjalanan dari Puncak 1 menuju Puncak Gunung Guntur membutuhkan waktu paling lama setengah jam melewati trek terjal dengan kemiringan 75°.

Mentari pagi mulai bersinar
Langit mulai terang
Pagi itu kami tiba di Puncak Guntur. Ternyata di puncak sudah ramai dengan pendaki, ada juga yang mendirikan tenda disana. Seperti biasa ritual di puncak yaitu berfoto ria sambil menghisap batang-batang kehidupan. Keadaan puncak masih belum berubah, masih seperti dahulu, namun hanya lebih kotor saja banyak sampah botol plastik. 

Pemandangan Gn. Cikuray dari Puncak Guntur
Nampak Gn. Ciremei di ujung sana
Janu Jalan Jalan
Di puncak Gunung Guntur
Pukul 07.45 setelah puas berfoto dan menikmati keindahan Puncak Gunung Guntur, kami kembali turun menuju tenda untuk memasak sarapan pagi. Sekitar 15 menit kami turun kami langsung bergegas masak. Menu pagi hari ini lumayan mewah untuk seukuran di gunung, yaitu sayur sop, ikan asin, dan telur goreng.

Setelah selesai acara makan-makan kami mulai packing barang bawaan. Tak lupa kami membersihkan sampah yang ada disekitar kami. Sebab saat ini Gunung Guntur sudah mulai kotor menurut saya. Padahal beberpa bulan yang lalu masih sangat bersih dan asri, bahkan ada yg bilang bulan agustus kemarin saja masih bersih. Saya sengaja bawa karung bekas beras untuk mengangkut sampah. Kelebihan karung dibanding trashbag adalah tidak mudah sobek saat diseret atau tersangkut ranting, selain itu juga dapat memuat lebih banyak sampah.

Saya mengetahui Gunung Guntur sedang naik daun sebab keindahannya yang luar biasa, maka dari itu saya menyiapkan bekas karung beras dari rumah untuk memungut sampah disana. Saya ingin memulai menggalakkan aksi bersih gunung dengan cara membawa bekas karung beras dalam mendaki gunung. Minimal kita membawa sampah kita sendiri jika anda tidak sanggup memunguti sampah bekas orang lain. Gunung Bukan Tempat Sampah !!
Jika kita tak sanggup membersihkan sampah di gunung, minimal janganlah kita menambahnya
Dengan hal seperti itu kita bisa tetap menjaga kebersihan gunung. Minimal kita membawa sampah kita sendiri jika anda tidak sanggup memunguti sampah bekas orang lain. - See more at: http://www.janu-jalanjalan.com/2014/09/gunung-bukan-tempat-sampah.html#sthash.XVP7sRNn.dpuf
Ayo kawan penggiat alam, mari lakukan AKB (aksi karung beras) untuk kelestarian tempat bermain kita
Pukul 10.30 kami memutuskan untuk meninggalkan Puncak 1 bersiap untuk turun. Sebelumnya kami berdoa terlebih dahulu agar tetap dalam lindungan-Nya. Kami berjalan turun melewati jalur yang terjal, licin, berdebu dengan sangat hati-hati sekali. Sekali salah dalam berpijak bisa saja kita terjatuh dan terguling ke bawah tanpa ada yang bisa menghentikan. Beberapa dari kami memilih untuk merosotkan badannya, hal ini memang lebih baik ketimbang terguling jatuh kebawah. Bahkan ada pendaki yang memotong matrasnya sebagai alat untuk merosot di turunan yang sangat curam.

Dalam turun, sesekali kami berhenti cukup lama untuk sekedar menikmati pemandangan Kota Garut dari ketinggian. Cuaca siang itu sangat cerah bahkan panas terasa menyengat sekali. Saya turun di kemiringan seperti ini memang agak lambat, sebab saya sangat lemah dalam kondisi trek yang licin seperti ini.

Pukul 13.00 kami tiba di Pos 3. Di pos ini kami mengambil air kembali untuk persediaan. Saya dan beberapa teman bahkan sempat untuk bersih-bersih. Sekitar satu jam lebih kami di pos ini.

Di Pos 3
Pukul 14.00 kami melanjutkan perjalanan turun. Kami harus tetap berhati-hati sebab jalur turun teramat curam berbatu. Saat musim panas seperti ini trek sangat berdebu sekali. Sesekali kami berhenti untuk berteduh dari teriknya mentari. Setelah beberapa lama kami masuk hutan, setelah Pos 2 ada sedikit jalur hutan yang teduh. Hingga akhirnya kami tiba di Curug Citiis. Disana kami berhenti untuk beristirahat. Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba di areal penambangan pasir. Tercatat pada waktu itu sekitar pukul 15.00.

Sampai di areal penambangan pasir, kami mencari truk yang akan turun dan meminta sang supir untuk bersedia kami tumpangi hingga bawah. Setelah negosiasi akhirnya kami dapat tumpangan dan sang supir berani mengantar kami hingga Terminal Guntur Garut. Satu jam kami terombang-ambing lagi di truk bermuatan batu tersebut, kami tiba di Terminal Guntur Garut. Di terminal kami bergantian untuk bersih-bersih.

Hari mulai gelap kembali, pukul 18.30 kawan-kawan yang tujuan Jakarta mulai naik bus dan meninggalkan Kota Garut. Saya pun kembali menuju Bandung dengan bus terakhir yang tersisa disana. Pukul 21.30 saya tiba di Bandung dan langsung menuju kosan. Waktu menunjukan pukul 22.12 saya tiba di kosan tercinta. Alhamdulillah tak ada halangan yang berarti dalam perjalanan ini.

Terima kasih telah menyimak catatan perjalanan saya. Sampai jumpa di pendakian si Janu berikutnya. Salam Lestari !!!

Thanks To :

- Allah S.W.T,
- Teman Seperjalanan (Harry, Arie Pitax, Imam, Fachrul, Ilham, Ari, Ponco, Waway, dan Ade),
- Orang Tua yang selalu mendoakan dari rumah (walau jarang ijin), 
- Gunung Guntur yang sudah menyambut kami dengan penuh pesona dan pembelajarannya.

Catatan : 
  • Gunung Guntur saat ini sudah dikelola warga setempat, ijin lah terlebih dahulu di Basecamp (rumah RW)
  • Untuk trek pendakiannya sudah jelas, walau ada beberapa tempat yang treknya bercabang. Cobalah banyak melakukan orientasi dan pelajari treknya saat berjalan.
  • Untuk menuju tambang pasir, tunggulah di SPBU Tanjung, jika ada truk mintalah tumpangan dan kasih uang atau rokok seikhlasnya.
  • Gunung Guntur masih sedikit yang mendaki jadi masih sangat asri rasanya walau terlihat gersang karena memang seperti itu tipe gunungnya.
  • Gunung Cikuray dan Papandayan sudah sangat berbeda jauh, alamnya rusak karena banyak pendaki yang tidak mau membawa sampahnya turun lagi. Semoga gunung ini terjaga. 
  • Jangan berbuat vandalisme di gunung ini, jaga keindahannya.
  • Jangan membuat api unggun, sebab tipe hutan di gunung ini berupa savana rerumputan yang mudah terbakar.
  • Bawa sampah turun kembali, jangan ditinggalkan di gunung. Saat saya mendaki ada beberapa tenda disamping saya tidak membawa sampahnya turun.
  • Hati-hati terhadap pencurian yang sering terjadi. Jika ingin aman, masukan barang berharga anda ke dalam Sleeping bag saat tidur. Jangan di taruh di sisi tenda. 
  • Jalur pendakian Gunung Guntur bisa dikategorikan berat, persiapkan fisik yang prima.
  • Persiapkan persediaan air di Curug Citiis, karena diatas akan sulit mendapatkan air kecuali hujan. 
Foto-foto :



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Salam dari Gunung Guntur
Pada Akhirnya pakailah Prinsip Leave No Trace
Jangan kau tinggalkan apapun kecuali jejak,
Jangan kau ambil apapun kecuali gambar,
Jangan kau bunuh apapun kecuali waktu,
Jangan kau bakar apapun kecuali semangat.

Salam,
Januar arifin